Drama Stamford Bridge! Ini 4 Alasan Chelsea Berani Pecat Enzo Maresca Meski Sudah Persembahkan Trofi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Keputusan Chelsea berpisah dengan Enzo Maresca mengejutkan publik sepak bola Eropa. Pasalnya, pelatih asal Italia itu baru saja mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, manajemen The Blues tetap memilih langkah tegas di awal 2026.

Chelsea resmi mengumumkan kepergian Maresca pada Kamis (1/1/2026), mengakhiri kebersamaan selama 18 bulan. Situasi sang manajer memang tengah disorot tajam usai hasil imbang 2-2 kontra Bournemouth di laga penutup tahun 2025.

# Baca Juga :Terbongkar! Pangeran Harry Ungkap Persaingan Panas Keluarga Kerajaan Saat Liburan Akhir Tahun

# Baca Juga :Dikritik Terlalu Seksi di Usia 56 Tahun, Jawaban Jennifer Lopez Bikin Penonton Pecah Sorak

# Baca Juga :Labuan Bajo Masih Terkunci! Kapal Wisata Dilarang Berlayar Meski Cuaca Cerah, Ini Penjelasan Otoritas

# Baca Juga :Disorot Dunia, Korea Selatan Setop Adopsi Anak ke Luar Negeri! Target Nol pada 2029 Usai Ditekan PBB

Meski memiliki catatan prestasi, laporan Sky Sports dan The Guardian menyebut ada empat alasan utama yang membuat Chelsea “berani” melepas Maresca.

1. Performa Tim Anjlok Drastis

Alasan pertama adalah penurunan performa signifikan. Setelah tampil meyakinkan pada November, Chelsea justru melempem sepanjang Desember.

Dari 8 pertandingan, The Blues hanya meraih 2 kemenangan, yakni saat menghadapi Everton dan Cardiff City. Sisanya berakhir dengan 3 kekalahan dan 3 hasil imbang.

Di Premier League, situasinya lebih memprihatinkan. Chelsea hanya menang sekali, sementara gagal meraih poin penuh melawan tim-tim seperti Leeds United dan Bournemouth. Tren negatif ini membuat posisi Maresca mulai goyah.

2. Penanganan Cedera dan Rotasi Pemain Dipertanyakan

Chelsea juga disebut tidak puas dengan manajemen pemain cedera di bawah Maresca. Klub telah membenahi tim medis, namun sang pelatih dinilai gagal melakukan rotasi secara efektif.

Beberapa pemain yang rawan cedera seperti Reece James, Pedro Neto, dan Wesley Fofana justru dimainkan terus-menerus. Padahal, James sebelumnya dikenal sering bermasalah dengan kebugaran.

Selain itu, Maresca dianggap kurang percaya pada pemain lapis kedua. Nama seperti Andrey Santos jarang dimaksimalkan, sementara sang pelatih beberapa kali mengeluhkan kualitas dan pengalaman skuadnya sendiri.

3. Mulai Dilirik Klub Besar Eropa

Faktor ketiga datang dari luar lapangan. Maresca dikabarkan mulai dilirik klub-klub elite, termasuk Juventus dan bahkan Manchester City, yang disebut mempertimbangkannya sebagai calon penerus Pep Guardiola.

Situasi ini disebut dimanfaatkan Maresca untuk menekan manajemen Chelsea. Sikap tersebut justru membuat petinggi klub gerah dan mempercepat keputusan berpisah.