Labuan Bajo Masih Terkunci! Kapal Wisata Dilarang Berlayar Meski Cuaca Cerah, Ini Penjelasan Otoritas

Imbauan ini disampaikan menyusul prakiraan cuaca buruk dari BMKG, serta masih berlangsungnya operasi pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar pada 26 Desember 2025.

Hingga kini, tiga wisatawan asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal tersebut masih belum ditemukan.

“Saya mohon pengertian masyarakat dan wisatawan. Kita semua ingin menikmati Labuan Bajo, tetapi dalam kondisi ini kita harus mendahulukan proses evakuasi korban,” ujar Laka Lena.

Pelabuhan Marina Sepi, Kapal Wisata Menumpuk

Sejak penutupan diberlakukan, Pelabuhan Marina Labuan Bajo tampak lengang. Tidak terlihat lagi antrean wisatawan yang biasanya memadati area keberangkatan menuju TN Komodo.

Puluhan kapal wisata terlihat terparkir dan berlabuh tanpa aktivitas, sementara lalu lintas kapal yang biasa mengangkut turis dari dan ke destinasi wisata nyaris nihil.

Penutupan ini dilakukan hanya empat hari setelah tragedi tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah, sebuah insiden yang menyedot perhatian nasional hingga internasional. Korban kapal nahas tersebut merupakan Fernando Martin Carreras, pelatih Tim B Sepak Bola Wanita Valencia CF, bersama keluarganya.

Dari total korban, tiga orang masih dinyatakan hilang, yakni Martin dan dua anak laki-lakinya. Sementara satu putrinya ditemukan meninggal dunia pada 29 Desember 2025. Istri dan anak bungsu Martin berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Hingga kini, penutupan kapal wisata di Labuan Bajo masih terus dievaluasi sambil menunggu kepastian kondisi cuaca dan perkembangan pencarian korban.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI