Labuan Bajo Masih Terkunci! Kapal Wisata Dilarang Berlayar Meski Cuaca Cerah, Ini Penjelasan Otoritas

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Aktivitas pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih ditutup total hingga awal 2026. Penutupan ini tetap diberlakukan meski kondisi cuaca di wilayah tersebut terlihat cerah dalam dua hari terakhir.

Larangan berlayar bagi kapal wisata seperti kapal pinisi dan speedboat telah berlaku sejak 29 Desember 2025. Hingga kini, tidak ada kapal wisata yang diizinkan berangkat menuju Taman Nasional Komodo dan perairan sekitarnya.

# Baca Juga :Disorot Dunia, Korea Selatan Setop Adopsi Anak ke Luar Negeri! Target Nol pada 2029 Usai Ditekan PBB

# Baca Juga :Serbuan Mobil China di Indonesia! Ini Daftar 16 Merek yang Resmi Dijual, Jepang Mulai Terancam?

# Baca Juga :Resmi! Biaya Bikin SIM Baru 2026 Tak Naik, Segini Rincian Lengkapnya dari A sampai D

# Baca Juga :Sempat Dihujat, Tomb Raider Meledak di Netflix! Tembus 4 Juta Penonton dan Masuk Top 10 Global

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan kebijakan ini didasarkan pada prakiraan cuaca perairan dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Menurutnya, izin berlayar baru akan dibuka setelah kondisi gelombang benar-benar dinyatakan aman.

“Penutupan masih berlangsung sampai kami menerima laporan resmi terkait tinggi gelombang dari BMKG Tenau Kupang,” ujar Stephanus, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, KSOP Labuan Bajo telah mengajukan permohonan data prakiraan cuaca terbaru kepada BMKG sejak 1 Januari 2026. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu respons resmi. Selama masa penutupan, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak diterbitkan untuk seluruh kapal wisata.

Namun demikian, pembatasan ini tidak berlaku untuk kapal besar. Kapal penumpang seperti Pelni dan kapal feri masih diperbolehkan beroperasi di perairan Labuan Bajo.

“Penutupan hanya untuk pelayaran niaga wisata. Kapal besar, termasuk Pelni dan penyeberangan feri, tetap beroperasi,” tegas Stephanus.

Gubernur NTT Imbau Wisatawan Tahan Diri

Sebelumnya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara terbuka mengimbau wisatawan yang sudah berada di Labuan Bajo untuk tidak melakukan wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo.