PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan tahun 2025 lalu, menjadi pelajaran bagi Pemerintah Provinsi Kalteng dalam menjalankan program pembangunan untuk tahun 2026.
Betapa tidak, kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran daerah dalam tahun 2025 tersebut disikapi Pemprov Kalteng dengan memfokuskan penguatan pelayanan publik
Bukan hanya itu, Pemprov Kalteng juga melakukan program pembangunan yang berkelanjutan dalam menyikapi dinamika anggaran dalam tahun 2025 tersebut.
Hal itu diungkapkan, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, dalam pertemuan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di Palangkaraya, Rabu, kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, Agustiar Sabran mengungkapkan, dalam kepemimpinnya bersama Wakilnya H Edy Pratowo, dilalui berbagai tantangan.
Ini kata dia, terutama adanya kebijakan pusat terutama adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah dari awalnya Rp10,5 triliun menjadi Rp8,35 triliun.
“Adanya dinamika dalam pemerintah daerah itu, kita tetap mampu menjaga jalannya roda pemerintahan dan mencatatkan sejumlah capaian positif,” tegasnya.
Dia menegaskan, adanya dukungan dan kerjasama dengan DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi.
Bukan hanya itu saja lanjut dia, adanya dukungan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah juga sangat menentukan berjalannya pembangunan dengan baik.
Ditegaskan dia, meski dalam keterbatasan anggaran tersebut, pihakya tetap berupaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan pembangunan terus berlanjut.







