KALIMANTANLIVE.COM – Liburan akhir tahun yang identik dengan kehangatan ternyata menyimpan ketegangan tersembunyi di balik tembok Istana Inggris. Hal itu diungkap langsung oleh Pangeran Harry dalam memoarnya yang kontroversial, Spare.
Menurut Duke of Sussex, momen Natal dan akhir tahun di lingkungan keluarga kerajaan justru menjadi ajang persaingan sengit antaranggota keluarga, alih-alih waktu untuk bersantai dan mempererat hubungan.
# Baca Juga :Dikritik Terlalu Seksi di Usia 56 Tahun, Jawaban Jennifer Lopez Bikin Penonton Pecah Sorak
# Baca Juga :Labuan Bajo Masih Terkunci! Kapal Wisata Dilarang Berlayar Meski Cuaca Cerah, Ini Penjelasan Otoritas
# Baca Juga :Disorot Dunia, Korea Selatan Setop Adopsi Anak ke Luar Negeri! Target Nol pada 2029 Usai Ditekan PBB
# Baca Juga :Serbuan Mobil China di Indonesia! Ini Daftar 16 Merek yang Resmi Dijual, Jepang Mulai Terancam?
Harry mengenang kepulangannya dari ekspedisi ekstrem ke Kutub Selatan pada 2013, yang bertepatan dengan liburan Natal di Sandringham. Ia mengaku berusaha mempertahankan ketenangan batin yang ia dapatkan selama perjalanan tersebut, namun atmosfer internal keluarga kerajaan membuat hal itu sulit terwujud.
“Saya berkata pada diri sendiri untuk memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin, menggunakan waktu ini untuk melindungi ketenangan yang telah saya raih di Kutub Utara,” tulis Harry, dikutip dari detikcom, Kamis (1/1/2026).
Court Circular Disebut Biang Persaingan
Dalam pengakuannya, Harry menyebut salah satu sumber konflik utama adalah Court Circular, dokumen tahunan yang mencatat seluruh kegiatan resmi anggota keluarga kerajaan. Dokumen ini diterbitkan oleh Istana St. James dan rutin dimuat di media-media besar Inggris seperti The Times, The Daily Telegraph, dan The Scotsman.
Alih-alih sekadar arsip kegiatan, Court Circular menurut Harry justru berubah menjadi arena adu gengsi.
“Hard drive saya telah dibersihkan. Sayangnya, keluarga saya saat itu terinfeksi oleh malware yang sangat menakutkan,” tulis Harry, menyamakan Court Circular dengan virus berbahaya.
Ia menilai dokumen tersebut memperparah rivalitas internal, karena setiap anggota keluarga berlomba mencatat sebanyak mungkin aktivitas, bahkan kegiatan yang sebenarnya tidak memiliki dampak signifikan.
“Semuanya berdasarkan laporan pribadi, semuanya subjektif. Sembilan kunjungan pribadi dengan para veteran untuk membantu kesehatan mental mereka? Nol poin. Terbang dengan helikopter untuk meresmikan peternakan kuda? Pemenang!” ungkapnya dengan nada sinis.
Anggaran Dikontrol, Harry Merasa Dipermalukan
Harry juga menyoroti ketidakadilan sistem kerja dan pendanaan dalam keluarga kerajaan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan sang kakak, Pangeran William, tidak memiliki kendali atas jumlah tugas resmi yang mereka jalani.
Menurut Harry, seluruh keputusan terkait pekerjaan dan anggaran sepenuhnya berada di tangan Raja Charles III.










