Serap Aspirasi Saat Melakukan Reses di Kabupaten Kotawaringin Timur, Warga Ingin Peningkatan Jalan Lingkungan Desa

PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah atau Anggota DPRD Kalteng, Pipit Setyorini, berupaya keras untuk mewujudkan aspirasi warga.

Anggota DPRD Kalteng dari Dapil II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan ini menyatakan siap memperjuangkannya.

Saat reses di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Warga mengajukan peningkatan jalan lingkungan desa sepanjang sekitar 12,5 kilometer dengan lebar 5 hingga 6 meter menggunakan timbunan agregat.

Perbaikan jalan lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah permukiman.

Usulan lainnya mencakup peningkatan Jalan Usaha Tani di Gang RT 8 dengan lebar 4 meter yang dilengkapi tiga unit jembatan box.

Lebih juah, Pipit mengatakan, juga ada usulan peningkatan jalan poros ujung Jalur 4 sepanjang sekitar 2.800 meter dengan lebar 5 hingga 6 meter untuk menunjang arus transportasi hasil pertanian.

Sementara itu, bidang infrastruktur lingkungan, masyarakat turut mengusulkan semenisasi jalan swadaya di samping halte Desa Eka Bahurui di Jalan HM Arsyad sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar 5 meter.

Diungkapkan dia, usulan warga setempat tersebut guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, karena selama ini jalan jalan sering becek saat musim hujan.

Tak hanya itu, warga juga mengajukan bantuan hibah untuk pembangunan Masjid Noor Zakirin di Desa Eka Bahurui serta bantuan hibah untuk gereja desa.

Selain dukungan sarana ibadah, masyarakat juga mengusulkan semenisasi jalan lingkungan RT 7/RW 02 Jalur 3 sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar 5 meter.

Baca Juga :Warga Lahei Barito Utara Berharap DPRD Kalteng Dorong Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Dasar Masyarakat

“Seluruh aspirasi yang terhimpun tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan reses dilapangan,” tegasnya, belum lama ini.

Sedangkan metode yang dilakukan yakni dengan melakukan pertemuan langsung, dialog terbuka, dan komunikasi aktif bersama warga di daerah pemilihan.