BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yang bertepatan dengan puncak musim hujan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalsel, Gusri Yanuar Noor Rifai, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa ancaman bencana seperti banjir, angin puting beliung, serta banjir rob menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal tersebut seiring dengan prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dampingi Inspeksi PT LIB dan PSSI di Stadion 17 Mei Banjarmasin
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menjalankan berbagai langkah strategis untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode Nataru, sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan,” ujar Bambang, Sabtu (3/1/2026).
Sebagai upaya mitigasi, BPBD Kalsel bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyempurnakan Protokol Peringatan Dini Banjir pada Desember 2025.
Protokol tersebut saat ini diterapkan di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, sebelum diperluas ke kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan.
Selain itu, BPBD Kalsel juga telah menyusun Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) untuk menghadapi ancaman air pasang tinggi dan gelombang pasang (rob) tahun 2025.







