Celana Merah Jadi Petunjuk Terakhir, Keluarga Kenali Jasad Pelatih Valencia di Perairan Komodo

KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia sepakbola internasional. Jasad pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, akhirnya ditemukan di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga mengenali celana merah yang masih melekat pada jasad Fernando. Potongan pakaian tersebut menjadi petunjuk krusial yang mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan.

# Baca Juga :Cuaca Menggila Awal 2026! Hampir Seluruh Kalsel–Kalteng Diselimuti Awan Tebal, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Genangan

# Baca Juga :Klasemen Liga Spanyol Terbaru: Barcelona Masih Tak Tergoyahkan, Real Madrid Terus Membayangi

# Baca Juga :Laga Sepakbola Berujung Ricuh! TNI dan Brimob Sempat Bentrok di Buton Selatan, Ini Fakta Lengkapnya

# Baca Juga :Kenapa Malam 27 Rajab Dianggap Istimewa? Ini Makna Isra Mi’raj dan Amalan yang Dianjurkan

“Keluarga mengenali pakaian itu sebagai milik korban,” ujar Kepala Kantor Basarnas Maumere, selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Senin (5/1/2026).

Ditemukan di Antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca

Jasad Fernando ditemukan pada Minggu pagi (4/1/2026) pukul 08.47 Wita, di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat dan tim SAR yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian.

Polda NTT memastikan bahwa jasad tersebut adalah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF dan warga negara Spanyol.

“Benar, jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan merupakan warga negara Spanyol bernama Fernando Martin Carreras,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, Minggu (4/1).

Identifikasi Cocok dengan Data Keluarga

Henry menegaskan bahwa proses identifikasi telah dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya cocok dengan data keluarga, baik dari ciri fisik maupun barang yang melekat pada jenazah.

Saat ini, jasad Fernando masih menjalani pemeriksaan dan identifikasi lanjutan di RSUD Komodo, Labuan Bajo, sebelum proses selanjutnya dilakukan sesuai prosedur.