KALIMANTANLIVE.COM – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya pada awal pekan. Pada perdagangan Senin pagi (5/1/2026), mata uang Negeri Paman Sam menguat terhadap rupiah dan masih bertahan di zona Rp 16.700-an.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS tercatat berada di level Rp 16.733 per dolar AS, atau menguat 8 poin setara 0,05 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Penguatan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi rupiah di tengah sentimen global yang belum stabil.
# Baca Juga :Niat Cantik Berakhir Tragis! Ibu Dua Anak Tewas Usai Oplas Bokong dan Perut di Turki
# Baca Juga :Man City vs Chelsea: Guardiola Frustrasi! Ditahan Pelatih Interim Chelsea yang Masih Bau Kencur
# Baca Juga :Harga Emas Antam Ngamuk Hari Ini! Melonjak Rp27 Ribu per Gram, Tembus Rp2,5 Juta
# Baca Juga :Tegas! Linkin Park Murka, Lagu Dipakai Donald Trump Tanpa Izin Lagi
Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga menunjukkan tren penguatan terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Penguatan tersebut menandakan meningkatnya minat investor global terhadap dolar AS sebagai aset aman.
Secara rinci, dolar AS tercatat:
Menguat 0,12 persen terhadap yen Jepang
Naik 0,19 persen terhadap euro
Menguat 0,15 persen terhadap dolar Singapura
Naik 0,15 persen terhadap pound sterling
Menguat paling tinggi 0,23 persen terhadap dolar Australia
Pergerakan ini menunjukkan posisi dolar AS yang masih dominan di pasar global, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dunia.
Pelaku pasar domestik kini mencermati sentimen global dan respons bank sentral, yang akan sangat menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI










