Man City vs Chelsea: Guardiola Frustrasi! Ditahan Pelatih Interim Chelsea yang Masih Bau Kencur

KALIMANTANLIVE.COM – Manchester City gagal meraih poin penuh saat menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Bermain di Etihad Stadium, Senin (5/1/2026) dini hari WIB, pasukan Pep Guardiola justru dibuat frustrasi oleh Chelsea yang dipimpin pelatih interim minim pengalaman.

Laga ini awalnya diprediksi berjalan mudah bagi City. Pasalnya, Chelsea datang ke Manchester dalam kondisi tak stabil usai berpisah dengan Enzo Maresca, pelatih yang sebelumnya mempersembahkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

# Baca Juga :Klasemen Liga Spanyol Terbaru: Barcelona Masih Tak Tergoyahkan, Real Madrid Terus Membayangi

# Baca Juga :Laga Sepakbola Berujung Ricuh! TNI dan Brimob Sempat Bentrok di Buton Selatan, Ini Fakta Lengkapnya

# Baca Juga :Kenapa Malam 27 Rajab Dianggap Istimewa? Ini Makna Isra Mi’raj dan Amalan yang Dianjurkan

# Baca Juga :Celana Merah Jadi Petunjuk Terakhir, Keluarga Kenali Jasad Pelatih Valencia di Perairan Komodo

Namun di luar dugaan, Chelsea tampil solid di bawah kendali Calum McFarlane, pelatih interim berusia 40 tahun yang sebelumnya hanya menangani tim U-21 The Blues.

Debut Pelatih Interim, Chelsea Tak Gentar

Pertandingan melawan Manchester City menjadi debut McFarlane di level tertinggi sepakbola klub. Meski kalah pengalaman jauh dari Guardiola—yang telah memimpin lebih dari seribu laga elite—McFarlane justru mampu meramu permainan disiplin dan efektif.

Chelsea yang datang sebagai tim peringkat dua klasemen tampil berani meski kalah dominasi bola. City mencatat penguasaan 57,8 persen dan melepaskan 14 tembakan, namun hanya tiga yang tepat sasaran.

Sebaliknya, Chelsea dengan penguasaan 42,2 persen mampu menciptakan delapan tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang, dengan satu gol sukses dikonversi.

Pertahanan Chelsea Bikin City Buntu

Dari sisi permainan, Chelsea tampil rapi di lini belakang. Benoit Badiashile dan Trevoh Chalobah tampil disiplin, beberapa kali mematahkan serangan berbahaya City yang biasanya mematikan lewat kecepatan dan kombinasi cepat.

Manchester City sempat unggul lebih dulu lewat gol Tijjani Reijnders, namun dominasi tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol tambahan.

Petaka bagi tuan rumah datang di masa injury time, ketika Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang dan memastikan skor akhir 1-1.

Guardiola Akui Kesulitan

Usai laga, Pep Guardiola tak menutupi rasa frustrasinya. Pelatih asal Spanyol itu mengakui Chelsea tampil lebih berani dan efektif di babak kedua.

“Kami bermain cukup baik di babak pertama. Namun di babak kedua mereka punya peluang. Kami kehilangan bola di momen penting,” ujar Guardiola, dikutip dari situs resmi klub.