KALIMANTANLIVE.COM – Niat mempercantik diri berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang ibu dua anak asal Inggris, Sophie Hunt (34), meninggal dunia usai menjalani operasi plastik di Turki. Kasus ini kembali membuka sisi gelap tren medical tourism yang kian marak.
Fakta kematian Sophie terungkap dalam sidang inkuiri di Pengadilan Koroner Northampton, Inggris. Ia mengembuskan napas terakhir pada 9 Maret 2022, hanya dua hari setelah menjalani Brazilian Butt Lift (BBL) dan tummy tuck di sebuah rumah sakit swasta di Istanbul.
# Baca Juga :Tegas! Linkin Park Murka, Lagu Dipakai Donald Trump Tanpa Izin Lagi
# Baca Juga :Harga Emas Antam Ngamuk Hari Ini! Melonjak Rp27 Ribu per Gram, Tembus Rp2,5 Juta
# Baca Juga :Man City vs Chelsea: Guardiola Frustrasi! Ditahan Pelatih Interim Chelsea yang Masih Bau Kencur
# Baca Juga :Celana Merah Jadi Petunjuk Terakhir, Keluarga Kenali Jasad Pelatih Valencia di Perairan Komodo
Jantung Berhenti Tiga Kali, Organ Tubuh Gagal Total
Mengutip laporan ABC News, kondisi Sophie memburuk tak lama setelah operasi. Ia mengalami henti jantung sebanyak tiga kali, yang kemudian memicu gagal multi-organ. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tak tertolong.
Sophie awalnya menjalani operasi di Rumah Sakit Swasta Nisantasi, Istanbul. Namun setelah kondisinya kritis, ia dilarikan ke Rumah Sakit Avrupa Safak yang memiliki fasilitas perawatan jantung. Sayangnya, upaya medis tidak berhasil menyelamatkannya.
Keluarga Yakin Sophie Tak Layak Dioperasi
Keluarga korban meyakini Sophie seharusnya tidak diizinkan menjalani operasi besar tersebut. Sang adik, Aimee Hunt, menyebut kematian kakaknya sebagai sesuatu yang seharusnya bisa dicegah.
“Jika dia tidak menjalani operasi itu, dia pasti masih hidup,” ujarnya dengan suara bergetar.
Aimee juga mengungkapkan hingga kini keluarga belum mendapatkan penjelasan rinci mengenai komplikasi yang terjadi.
“Kami hanya ingin jawaban. Apa yang sebenarnya terjadi pada Sophie?” tambahnya.
Hasil Medis Mengkhawatirkan
Ibu korban, Sandra Hunt, mengungkapkan bahwa Sophie sempat kehilangan kesadaran usai operasi dan mengalami pembengkakan pada tangan. Ia juga menyebut adanya hasil pemeriksaan medis yang tidak normal.
“Hasil ECG menunjukkan detak jantung yang tidak sehat. Itu seharusnya jadi tanda bahaya,” ujar Sandra.
Keluarga menduga prosedur BBL berperan besar dalam komplikasi fatal, termasuk kemungkinan jumlah lemak yang disuntikkan atau diambil tidak sesuai standar, yang dikenal berisiko tinggi jika tidak dilakukan secara ketat dan aman.







