Sekdaprov Kalsel Dampingi Mensos Tinjau Pengungsian Banjir di Sungai Tabuk

“Dalam kondisi darurat, kami menyediakan dukungan logistik seperti makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, dapur umum, hingga layanan psikososial,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, dengan dukungan TNI dan Polri.

BACA JUGA: Gubernur Kalsel Perintahkan Siaga Darurat, Maksimalkan Penanganan Banjir dan Cuaca Ekstrem

Gus Ipul juga menjelaskan mekanisme bantuan bagi korban bencana, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta, serta bantuan Rp5 juta bagi korban luka berat.

Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan, dan pemerintah menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.

Selain itu, keluarga terdampak akan menerima bantuan lanjutan berupa bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga, serta jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.

Salah satu pengungsi, Masjulia, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pemerintah.

“Kami sangat terbantu, terutama kebutuhan makan, minum, kasur, selimut, dan sembako. Terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.