Wali Kota dan Ketua TP PKK Banjarmasin Salurkan Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Sungai Lulut

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, sebuah mushola yang berada di lokasi lebih tinggi sementara dijadikan tempat evakuasi warga. Pemerintah Kota juga memastikan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menyebut Kelurahan Sungai Lulut merupakan wilayah garda terdepan yang pertama kali menerima limpasan banjir kiriman dari wilayah Martapura.

BACA JUGA: Grand Mentari Hotel Banjarmasin Digembok Mantan Karyawan, Tuntut Pembayaran Sisa Pesangon

“Air dari daerah hulu pasti mengalir ke Sungai Lulut dan berpotensi berdampak hingga kawasan Pemurus Baru dan Jalan Pramuka,” jelasnya.

Menurut Husni, penanganan banjir di Sungai Lulut tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin secara mandiri, melainkan memerlukan kerja sama lintas daerah dan lintas sektor melalui forum Banjar Bakula yang melibatkan Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut, dan Barito Kuala.

BPBD Kota Banjarmasin juga telah melakukan evakuasi situasional, terutama pada malam hari saat ketinggian air meningkat. Sebanyak 15 kepala keluarga dengan total 39 jiwa telah dievakuasi ke lokasi aman.

Selain bantuan logistik, dukungan juga datang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III berupa dua unit perahu yang diserahkan kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Sungai Lulut untuk mendukung evakuasi dan mobilitas warga saat banjir.

Perahu tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta meningkatkan efektivitas penanganan darurat banjir di wilayah Sungai Lulut.

Sumber: Borneotrend