Awas WhatsApp Bisa Disadap Diam-Diam! Modus Ghost Pairing Bikin Akun Dikloning Tanpa Disadari

KALIMANTANLIVE.COM – Pengguna WhatsApp diminta ekstra waspada. Ancaman baru bernama Ghost Pairing kini mengintai dan bisa membuat akun WhatsApp dikloning tanpa disadari pemiliknya. Modus berbahaya ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber Avast dan disebut jauh lebih berisiko dibanding pencurian kata sandi biasa.

Berbeda dari peretasan konvensional, Ghost Pairing memungkinkan pelaku mendapatkan akses penuh ke akun WhatsApp korban, mulai dari isi percakapan, foto, hingga daftar kontak.

#baca juga:Siswa Bersiap! Long Weekend 16 Januari 2026 Menanti, Ini Libur Nasional yang Jadi Pemicunya

#baca juga:Tanpa Ampun! Carragher Cap Ruben Amorim Manajer Terburuk Manchester United Pasca Era Sir Alex

#baca juga:Super Tipis! Honor Power2 Bikin Geger, Baterai 10.080 mAh Dibungkus Desain Super Slim Ala iPhone 17 Pro

#baca juga:Gary Neville Terkejut! MU Dinilai Terlalu Cepat Pecat Ruben Amorim

Modus Dimulai dari Pesan Teman Sendiri

Dalam skema Ghost Pairing, korban biasanya menerima pesan dari kontak yang dikenal dan dipercaya. Isi pesannya tampak sepele, misalnya, “Hai, aku menemukan fotomu” disertai sebuah tautan.

Saat tautan diklik, korban diarahkan ke laman palsu yang tampilannya menyerupai Facebook atau situs populer lainnya. Korban lalu diminta melakukan verifikasi untuk melihat foto yang dimaksud.

Tanpa disadari, proses tersebut justru menjadi celah bagi pelaku untuk menautkan perangkat WhatsApp miliknya ke akun korban. Akibatnya, akun WhatsApp korban secara diam-diam telah terhubung ke perangkat asing.

Bukan Sekadar Curi Password

Ghost Pairing tidak hanya mencuri kata sandi. Metode ini memberi pelaku akses penuh terhadap akun WhatsApp korban, termasuk membaca percakapan, mengunduh foto, melihat kontak, hingga memantau aktivitas secara real time.

Akses ini sangat berbahaya karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan lanjutan, seperti penipuan bermodus pinjaman uang, peniruan identitas, pemerasan, hingga menyasar keluarga dan rekan kerja korban.