BPBD Kalsel Ungkap Luasnya Dampak Banjir dan Strategi Penanganan Pemerintah

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi, memaparkan perkembangan terkini bencana banjir di Kalimantan Selatan dalam program live TVRI Kalsel “Perspektif” bertajuk “Banjir Kalsel: Alarm Alam dan Tanggung Jawab Kita”, Senin (5/1/2026).

Dalam dialog tersebut, Bambang menyampaikan bahwa tingginya intensitas curah hujan dalam sepekan terakhir menjadi penyebab utama meluasnya banjir di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: BPBD Kalsel Susun Rencana Kontinjensi Hadapi Bencana Rob 2025

“Berdasarkan data sementara yang kami terima dari BPBD kabupaten/kota, jumlah kepala keluarga terdampak mencapai puluhan ribu. Selain itu, sebanyak 215 fasilitas pendidikan juga terdampak banjir,” ujarnya.

Ia menegaskan, data kebencanaan bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap 1×24 jam sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bambang menjelaskan, wilayah terdampak banjir hampir merata di seluruh Kalimantan Selatan, meliputi Banjarmasin, Banjar, wilayah Hulu Sungai, Tanah Bumbu hingga Kotabaru.

Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan kondisi terparah, dengan jumlah terdampak mencapai 41.196 kepala keluarga.

“Data ini dihimpun secara berkelanjutan. Ketika kondisi air mulai surut, jumlah terdampak juga akan berubah. Inilah karakter data kebencanaan yang terus bergerak,” jelasnya.

News Feed