KALIMANTANLIVE.COM – Kasus pembunuhan tragis terhadap anak seorang politikus PKS di Cilegon, Banten, akhirnya terungkap secara terang benderang. Polisi menangkap HA (30), pria yang diduga kuat menjadi pelaku tunggal pembunuhan bocah berusia 9 tahun tersebut. Dari hasil penyelidikan mendalam, terungkap rangkaian fakta baru yang mengejutkan publik.
Dirangkum dari keterangan resmi kepolisian, Senin (5/1/2026), korban merupakan anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman. Ia ditemukan tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah keluarganya di Perumahan BBS 3, Cilegon, pada 16 Desember 2025.
#baca juga:Indonesia Terancam Tergeser! Malaysia Muncul sebagai Calon Raja Baru Penjualan Mobil ASEAN
#baca juga:VIRAL! Ulah Tak Senonoh Oknum Pegawai RSUD Kudus, Aksi Terekam CCTV di Samping Ruang Jenazah
#baca juga:SPBU Swasta Akhirnya Bisa Bernapas! Impor BBM Dibuka Lagi, Kuota Resmi Naik 10 Persen
#baca juga:Awas WhatsApp Bisa Disadap Diam-Diam! Modus Ghost Pairing Bikin Akun Dikloning Tanpa Disadari
Berikut sembilan fakta terbaru yang diungkap aparat kepolisian:
1. Motif Ekonomi, Terjerat Kerugian Kripto
Polisi mengungkap aksi keji HA dipicu tekanan ekonomi berat. Pelaku diketahui terjun ke dunia kripto dengan modal awal Rp400 juta dari tabungan bersama istrinya. Modal tersebut sempat berkembang hingga Rp4 miliar, namun keserakahan membuatnya kembali bermain kripto hingga akhirnya mengalami kerugian besar.
Tak berhenti di situ, HA meminjam uang dari bank Rp700 juta, koperasi tempatnya bekerja Rp70 juta, serta pinjaman online Rp50 juta. Seluruh dana itu kembali habis akibat investasi kripto yang gagal.
2. Riwayat Penyakit Kanker Memperparah Tekanan
Dalam pemeriksaan ponsel pelaku, polisi menemukan rekam medis yang menunjukkan HA menderita kanker stadium 3 sejak 2020. Ia harus menjalani kemoterapi rutin, yang semakin memperberat beban finansialnya.
Polisi menilai himpitan ekonomi dan kondisi kesehatan menjadi pemicu utama pelaku nekat melakukan kejahatan.
3. Rumah Dipilih Secara Acak
HA disebut sebagai pelaku tunggal yang beraksi sendirian. Modusnya sederhana namun berbahaya: memencet bel rumah sasaran hingga empat kali. Jika tak ada respons, rumah dianggap kosong dan langsung dibobol dengan cara melompati pagar.
Rumah keluarga politikus PKS tersebut menjadi target pertama pelaku.







