KALIMANTANLIVE.COM – Keputusan Manchester United memecat Ruben Amorim rupanya tak hanya mengejutkan publik, tetapi juga mantan kapten Setan Merah, Gary Neville. Legenda MU itu mengaku tak menyangka klub akan mengambil langkah ekstrem secepat ini.
Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Amorim pada Senin (5/1/2026) pagi waktu setempat, kurang dari 24 jam setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di lanjutan Premier League.
#baca juga:DRAMA VAR DI OLD TRAFFORD! Gol Patrick Dorgu Dianulir, Manchester United Ditahan Wolves 1-1
#baca juga:Manchester United Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Tekuk Newcastle 1-0
#baca juga:Takluk dari Aston Villa, Amorim Nilai Manchester United Layak Raih Hasil Lebih Baik
#baca juga:Manchester United Dipermalukan 0-1 oleh Everton yang Bermain dengan 10 Pemain
Keputusan Mendadak di Tengah Musim
Pemecatan Amorim disinyalir tak lepas dari performa MU yang dinilai tak menunjukkan perkembangan signifikan. Selain itu, komentar pedas Amorim usai laga kontra Leeds juga disebut membuat jajaran petinggi klub gerah.
Meski demikian, Neville menilai keputusan tersebut terlalu tergesa-gesa, terutama karena diambil di tengah kompetisi yang masih berjalan.
“Ketika seorang manajer dipecat di level apa pun, itu adalah cerminan buruk dari semuanya,” ujar Neville kepada Sky Sports.
Cerminan Kegagalan Manajemen
Neville menegaskan bahwa pemecatan manajer bukan semata-mata kesalahan pelatih, melainkan bukti bahwa proses pengambilan keputusan klub sejak awal tidak berjalan dengan baik.
“Itu berarti pengambilan keputusan dari awal sampai akhir tidak berhasil,” tegasnya.
Mantan bek kanan MU itu juga menyoroti sulitnya mencari pengganti yang tepat ketika perpisahan terjadi di tengah musim.
“Sangat sulit mencari manajer yang memenuhi syarat ketika berpisah di tengah musim.”
Neville: Saya Kaget, Terlalu Cepat
Neville secara terbuka mengaku benar-benar tak menyangka pemecatan Amorim akan terjadi secepat ini.
“Saya kaget itu terjadi pagi ini. Saya kira itu tidak akan terjadi begitu cepat,” ujarnya.
“Saya pikir mereka akan melewati beberapa pekan dulu. Tapi kenyataannya, keputusan itu datang sangat mendadak.”
Posisi Klasemen Tak Menyelamatkan Amorim
Musim lalu, Manchester United finis di peringkat ke-15 Premier League, sebuah pencapaian terburuk dalam sejarah modern klub. Musim ini, MU memang berada di posisi keenam klasemen setelah 20 pertandingan, hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar.
Namun, posisi tersebut rupanya belum cukup untuk menghapus keraguan manajemen terhadap arah permainan dan kepemimpinan Amorim.










