Indonesia Terancam Tergeser! Malaysia Muncul sebagai Calon Raja Baru Penjualan Mobil ASEAN

KALIMANTANLIVE.COM – Peta persaingan industri otomotif di kawasan ASEAN mulai mengalami pergeseran signifikan. Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai raja penjualan mobil di Asia Tenggara, kini terancam digeser oleh Malaysia dalam hal penjualan mobil domestik.

Fakta ini menjadi sorotan serius, mengingat dominasi Indonesia di sektor otomotif ASEAN sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, data terbaru menunjukkan Malaysia kini melaju kencang dan bahkan berpotensi melampaui Indonesia.

#baca juga:VIRAL! Ulah Tak Senonoh Oknum Pegawai RSUD Kudus, Aksi Terekam CCTV di Samping Ruang Jenazah

#baca juga:SPBU Swasta Akhirnya Bisa Bernapas! Impor BBM Dibuka Lagi, Kuota Resmi Naik 10 Persen

#baca juga:Awas WhatsApp Bisa Disadap Diam-Diam! Modus Ghost Pairing Bikin Akun Dikloning Tanpa Disadari

#baca juga:Siswa Bersiap! Long Weekend 16 Januari 2026 Menanti, Ini Libur Nasional yang Jadi Pemicunya

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, mengakui bahwa penjualan mobil Malaysia sudah berada di level yang sangat mengkhawatirkan.

“Malaysia paling tidak sudah mendekati 800 ribu unit, atau di kisaran 700–800 ribu. Sementara Indonesia diproyeksikan hanya sekitar 780 ribuan unit sepanjang 2025. Artinya, mereka sudah melampaui atau setidaknya sejajar dengan kita,” ujarnya.

Penjualan Malaysia Melonjak, Indonesia Melambat

Pada November 2025, penjualan mobil di Malaysia mencapai 72.509 unit. Angka tersebut naik dibanding November tahun sebelumnya yang berada di kisaran 64 ribu unit. Meski turun 4,6 persen dibanding Oktober 2025 yang mencatat 75.991 unit, performa pasar otomotif Malaysia tetap dinilai kuat.

Asosiasi Otomotif Malaysia menilai tingginya penjualan ini tak lepas dari strategi promosi agresif, terutama untuk kendaraan listrik impor atau CBU. Kebijakan insentif tersebut mendorong lonjakan permintaan menjelang berakhirnya program pada 31 Desember 2025.

Secara kumulatif, penjualan mobil Malaysia sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 727.836 unit. Angka ini hanya turun tipis 1,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 736.317 unit. Untuk keseluruhan tahun, Malaysia menargetkan penjualan menembus 780 ribu unit.

Penjualan Indonesia Turun Lebih Dalam

Sementara itu, kondisi pasar otomotif Indonesia justru menunjukkan tren pelemahan yang lebih tajam. Data Gaikindo mencatat wholesales mobil periode Januari–November 2025 hanya mencapai 710.084 unit. Angka ini turun 9,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 785.917 unit.

Dari sisi retail sales, penjualan dari dealer ke konsumen tercatat 739.977 unit selama 11 bulan 2025. Angka tersebut juga turun 8,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang menembus 807.586 unit.

Jika dibandingkan secara langsung, penurunan pasar otomotif Indonesia jauh lebih dalam dibanding Malaysia. Sepanjang Januari–November 2025, penjualan ritel mobil Indonesia turun 8,4 persen, sedangkan Malaysia hanya mengalami koreksi sekitar 1 persen.