Namun demikian, Yuliot belum membeberkan secara detail besaran kenaikan kuota impor untuk masing-masing SPBU swasta seperti Shell, VIVO, maupun BP-AKR. Pemerintah masih menunggu data final realisasi penjualan BBM SPBU swasta sepanjang 2025 yang tengah dikonsolidasikan.
“Kami masih menunggu data realisasi penjualan 2025. Setelah itu baru ditetapkan secara final,” imbuhnya.
Dengan dibukanya kembali keran impor dan kenaikan kuota ini, pemerintah berharap pasokan BBM di SPBU swasta tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa gangguan seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







