Saat ini, Disdag Kalsel mencatat terdapat tujuh komunitas komoditas ekspor yang telah berjalan, antara lain sektor batu bara, karet, dan rotan.
Selain komoditas unggulan tersebut, Disdag Kalsel juga mulai mendorong potensi ekspor dari sektor UMKM yang dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar global.
BACA JUGA: Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Jelang Natal dan Tahun Baru
“Sebenarnya komunitas ekspor kita ada tujuh dan sudah berjalan. Namun ke depan ada beberapa komunitas lain yang ingin kami dorong, khususnya dari UMKM. Banyak produk UMKM kita yang sebenarnya memiliki peluang ekspor,” ujarnya.
Komoditas Nonkonvensional Bernilai Tinggi
Gia mencontohkan sejumlah komoditas nonkonvensional yang selama ini kurang mendapat perhatian, namun ternyata memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
“Contoh sederhana, sabut kelapa itu sebenarnya bisa diekspor. Belut atau walut yang dulu dianggap sepele, ternyata di luar negeri keuntungannya sangat menjanjikan. Bahkan lidi dari daun kelapa sawit pun bisa diekspor,” tuturnya.
Menurutnya, pemahaman semacam ini perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat dan pelaku usaha agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.







