Ia menambahkan, sanksi tersebut dijatuhkan untuk menjaga prinsip fair play, keselamatan pemain, serta memberikan efek jera bagi pelaku dan pembelajaran bagi seluruh insan sepak bola.
“Hukuman ini diharapkan menjadi peringatan keras agar tidak ada pemain lain yang melakukan tindakan serupa. Sepak bola adalah olahraga, bukan ajang kekerasan,” tegasnya.
Selain larangan seumur hidup, Hilmi Gimnastiar juga dijatuhi sanksi denda sebesar Rp2,5 juta sebagai hukuman tambahan atas pelanggaran yang dilakukannya.
Sumber: Fajarharapan.id







