Pandangan senada juga disampaikan pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank. Ia menilai kebiasaan Manchester United yang terus berganti pelatih justru berpotensi menjadi bumerang bagi stabilitas klub.
“Sangat sulit mencapai kesuksesan berkelanjutan jika Anda terus mengganti personel kunci,” ujar Frank, menegaskan pentingnya konsistensi dalam kepemimpinan dan manajemen.
Pemecatan Ruben Amorim kembali menegaskan turbulensi yang belum usai di tubuh Manchester United. Di tengah tekanan hasil dan krisis stabilitas, masa depan Setan Merah kembali menjadi tanda tanya besar di mata publik sepak bola Inggris.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI










