BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah memastikan komitmen penuh terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran fantastis sebesar Rp 335 triliun resmi dialokasikan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai retret kabinet dan Taklimat Awal Tahun Presiden Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
# Baca Juga :GEGER! Guardiola Buka Suara soal Pemecatan Ruben Amorim, Man United Dinilai Sedang di Titik Tersulit
# Baca Juga :GEMPAR MCU! X-Men Resmi Kembali, Xavier–Magneto–Cyclops Muncul di Teaser Avengers: Doomsday
# Baca Juga :SASSUOLO KUNCI PINTU! CEO Tegaskan Skuad Tak Dijual, Jay Idzes dan Muharemovic Dipastikan Bertahan?
# Baca Juga :UPDATE BISNIS EMAS! Harga Emas Pegadaian 7 Januari 2026 Naik, Galeri 24 dan UBS Makin Bersinar
“Untuk tahun 2026 sudah dialokasikan kurang lebih Rp 335 triliun bagi program Makan Bergizi Gratis,” ujar Prasetyo.
Menurutnya, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan MBG. Kepala Negara secara khusus meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat prosedur dan meningkatkan disiplin operasional agar program berjalan maksimal di seluruh Indonesia.
Prabowo disebut menyoroti masih adanya sejumlah insiden pada fase awal pelaksanaan program. Berdasarkan catatan BGN, pada Desember lalu masih terjadi sekitar 15 kejadian yang dinilai tidak boleh terulang.
“Bapak Presiden meminta agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan tersebut benar-benar diminimalkan, bahkan kalau bisa tidak terjadi sama sekali,” tegas Prasetyo.
Dalam Taklimat Awal Tahun, Presiden Prabowo mengklaim program MBG sejauh ini menunjukkan capaian yang sangat tinggi. Secara statistik, program tersebut dinilai berhasil 99,99 persen.
“Kita bersyukur, kalau kita pelajari secara objektif, boleh dikatakan kita 99 persen berhasil. Tapi target kita adalah zero defect,” kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dan potensi penyimpangan yang harus segera diperbaiki agar program mencapai keberhasilan penuh 100 persen.
“Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Intinya, pemerintah akan terus melakukan intervensi dan perbaikan,” ujarnya.
Saat ini, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis telah mencapai sekitar 55 juta orang, sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025. Prabowo menyebut capaian tersebut sebagai prestasi besar, bahkan jika dibandingkan dengan program serupa di negara lain.










