Swasembada Pangan Nasional Tercapai! Pemprov Kalteng Tegaskan Komitmen Penuh Kawal Proyek Nasional

Wagub Edy Pratowo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Palangka Raya yang terus menunjukkan komitmen dan kerja sama dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, meskipun keterbatasan luas lahan menjadi tantangan, potensi yang ada tetap dapat dioptimalkan secara maksimal.

“Tidak harus padi, tetapi apabila kita memang bisa, kita kembangkan dengan horti atau tanaman lain, seperti jagung, tidak salah karena ini juga dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional kita,” ujar Wagub Edy Pratowo.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Teruskan Aksi Kemanusiaan Bagi Korban Banjir di Kabupaten Banjar

Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan pentingnya menyelaraskan target daerah dengan sasaran nasional, mengingat swasembada pangan merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang wajib didukung dan dilaksanakan secara bersama-sama.

Hingga tahun 2026, Pemprov Kalteng merencanakan pelaksanaan cetak sawah tahap kedua dengan total luas kontrak mencapai 33.790 hektare dan nilai anggaran lebih dari Rp1,179 triliun.

Selain pengembangan padi, pemerintah daerah juga mendorong komoditas jagung dengan membangun pabrik pakan ternak di Parenggean yang memanfaatkan jagung sebagai salah satu bahan bakunya.

Untuk memperkuat hilirisasi hasil pertanian, khususnya padi menjadi beras, Pemprov Kalteng turut membangun Rice Milling Unit (RMU) di Sampit dan Lempuyang, serta fasilitas Rice to Rice di Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau.

“Alhamdulillah, dalam beberapa bulan terakhir, Provinsi Kalimantan Tengah masuk dalam 10 besar terendah inflasi, salah satunya Kota Palangka Raya yang begitu intens menjaga inflasi agar tidak terjadi lonjakan,” jelas Wagub.