LABUAN BAJO, KALIMANTANLIVE.COM – Misteri penemuan jenazah di perairan Taman Nasional Komodo akhirnya terungkap. Korban dipastikan merupakan anak laki-laki berusia 10 tahun, putra dari Fernando Martin, pelatih klub Valencia B asal Spanyol, yang menjadi korban kecelakaan laut tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Identitas jenazah dipastikan setelah proses pemeriksaan forensik dan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat bersama tim medis RSUD Komodo, Selasa (6/1/2026). Jenazah ditemukan di dalam badan kapal KM Putri Sakinah yang berada di perairan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
# Baca Juga :Celana Merah Jadi Petunjuk Terakhir, Keluarga Kenali Jasad Pelatih Valencia di Perairan Komodo
# Baca Juga :Real Madrid Berduka atas Wafatnya Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya dalam Tragedi Laut Indonesia
# Baca Juga :SEPAK BOLA BERDUKA! Kapal Wisata Terbalik di Labuan Bajo, Pelatih Valencia CF dan Tiga Anak Meninggal Dunia
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan, hasil identifikasi menyimpulkan korban berjenis kelamin laki-laki, berusia sekitar 10 tahun, serta merupakan warga negara asing asal Spanyol.
“Berdasarkan pemeriksaan DVI, korban dipastikan anak dari Fernando Martin yang menjadi korban kecelakaan laut KM Putri Sakinah,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Dalam proses identifikasi, tim DVI menemukan sejumlah bukti primer berupa ciri medis dan odontologi. Salah satu temuan kuat adalah keberadaan gigi palsu pada bagian geraham, yang menjadi pembanding penting antara data ante mortem dan post mortem, meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
Polda NTT juga menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai kemanusiaan, khususnya karena korban merupakan anak di bawah umur. Atas permintaan keluarga, pihak kepolisian memastikan jenazah tidak ditampilkan ke publik dalam bentuk dokumentasi visual maupun pemberitaan.
Kapolda NTT, lanjut Henry, memberikan atensi khusus terhadap seluruh proses identifikasi dengan menginstruksikan Tim DVI agar bekerja secara profesional, teliti, transparan, serta sesuai standar kemanusiaan internasional.







