Audensi JMSI, Komisi I DPRD Kalsel Dorong Media Siber Profesional dan Junjung Tinggi Etika Jurnalistik

Anshari kemudian memaparkan sejumlah agenda kerja, mulai dari sosialisasi hingga edukasi kepada masyarakat terkait literasi media.

Menurut Anshari, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara produk jurnalistik dengan informasi yang beredar di media sosial.

“Kami punya tanggung jawab untuk menjelaskan kepada masyarakat perbedaan media jurnalistik dan media sosial. Informasi yang valid dan dapat dipercaya tentu berasal dari media yang bernaung di bawah JMSI dan taat pada kode etik jurnalistik,” jelasnya.

BACA JUGA: JMSI Kalsel Matangkan Program Kerja dan Persiapan Pelantikan Januari 2026

Meski demikian, ia menekankan media siber juga harus adaptif terhadap perkembangan digital.

Media sosial dinilai dapat menjadi sarana pendukung untuk memperluas jangkauan informasi yang benar dan bertanggung jawab.

“Media sosial bisa dijadikan alat bantu agar informasi dari media jurnalistik lebih cepat sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi paparan JMSI Kalsel, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor, menyampaikan apresiasi atas kedatangan dan pemaparan yang disampaikan JMSI Kalsel.

“Kami mengapresiasi masukan dan harapan JMSI Kalsel. Terkait kolaborasi dan dukungan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi Komisi I DPRD Kalsel,” jelasnya.

Kalimantanlive.com/eep
Editor: elpian