Muhidin juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pejabat terkait untuk terus siaga dan responsif terhadap laporan masyarakat. Nomor kontak petugas harus aktif selama 24 jam agar setiap laporan kondisi darurat dapat segera ditindaklanjuti.
Selain penanganan darurat, Gubernur Kalsel H Muhidin menyampaikan sejumlah langkah jangka menengah dan panjang sebagai solusi penanganan banjir. Di antaranya adalah normalisasi dan pelebaran alur sungai, pengecekan kedalaman sungai, serta koordinasi dengan balai terkait untuk pengerukan apabila terjadi pendangkalan.
BACA JUGA: Panen Raya Bersama Presiden, Gubernur Muhidin: Kalsel Surplus Beras 1,2 Juta Ton
“Kita juga merencanakan pembangunan rumah shelter atau rumah panggung dua tingkat di wilayah rawan banjir. Ini agar masyarakat memiliki tempat aman saat air kembali naik,” jelasnya.
Terkait kondisi cuaca, Gubernur menyebutkan bahwa meski terdapat prakiraan hujan sedang hingga lebat, beberapa hari terakhir wilayah Kalimantan Selatan relatif cerah. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan agar penanganan banjir berjalan optimal.
“Kita terus berikhtiar dan berdoa. Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga masyarakat bisa segera pulih dan aktivitas kembali normal,” pungkas Gubernur Kalsel Muhidin.
Sumber: MC Kalsel/Rns







