Panen Raya Bersama Presiden, Gubernur Muhidin: Kalsel Surplus Beras 1,2 Juta Ton

Meski produksi padi dan beras Kalsel berada di peringkat ke-10 nasional, indeks ketahanan pangan menempatkan provinsi ini di posisi tiga besar nasional, di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ia menekankan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Dinas Pertanian berperan meningkatkan produksi, TNI mendukung pengelolaan lahan persawahan, sementara Kepolisian berkontribusi dalam pengembangan komoditas jagung. Sinergi ini dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas pangan daerah.

BACA JUGA: Instruksikan Seluruh SKPD Bantu Warga Terdampak Banjir, Gubernur Kalsel Ingatkan Kewaspadaan Banjir dan Rob

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyebutkan produksi padi Kalsel pada 2025 mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di regional Kalimantan meski menghadapi tantangan hama dan genangan air.

“Produksi padi terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” ujar Syamsir.

Selain dari sisi produksi, Kalimantan Selatan juga mencatat prestasi nasional dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan, menggeser Provinsi Bali yang sebelumnya berada di posisi teratas selama tiga tahun berturut-turut.

Penilaian indeks tersebut mencakup aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi masyarakat.

News Feed