Senada diungkapkan Taufik, warga Kecamatan Pulau Utara. Menurut dia, genangan acap kali terjadi saat hujan deras sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Bahkan, sambung dia, genangan di beberapa ruas jalan, terkesan mengikis eksotik keindahan wajah kota berjuluk Bumi Saijaan.
“Memang genangan hanya ketika hujan. Hujan reda, genangan hilang. Tapi, namanya di wilayah perkotaan ya harus tetap ada penanganan serius pemerintah,” tandas.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kotabaru Hasbiyanta mengungkapkan, terkait penanganan banjir dalam perkotaan, pihaknya baru selesai menyusun master plant.
Ada beberapa arahan perlu ditindak lanjuti, penanganan jangka pendek dan panjang. Paling krusial dan perlu cepat dilakukan pembenahan yaitu sistem drainase.
Menurut Hasbiyanta, kondisi drainase yang ada dari hasil kolasi rendah. Ditambah endapan sedimentasi, selain dimensi konstruiksi kurang besar.
“Ini untuk penanganan jangka pendek,” terang Hasbiyanta, Kamis (8/01/2026).







