JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ambisi besar pemerintah untuk menghubungkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Balikpapan semakin mendekati kenyataan. Memasuki awal 2026, pembangunan Jalan Tol IKN menunjukkan lonjakan signifikan dengan progres fisik yang telah menembus 80 persen.
Capaian tersebut memunculkan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah Tol IKN sudah bisa dilintasi saat mudik Lebaran 2026?
# Baca Juga :WADUH! MK Batalkan HGU 190 Tahun di IKN, Airlangga Ungkap Kelanjutan Pembangunan di Ibu Kota Nusantara
# Baca Juga :MUI Soroti KUHP Baru: Nikah Siri dan Poligami Jangan Dipidanakan
# Baca Juga :Kronologi Lengkap Maling Sandera Lansia di Labusel: Parang Ditempelkan ke Leher, Pelaku Ancam Bunuh Korban
Tol IKN Masuk Fase Kritis
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, mengungkapkan bahwa pembangunan tol penghubung strategis ini telah memasuki fase krusial.
“Secara kumulatif progres Jalan Tol IKN sudah mencapai sekitar 80 persen,” kata Wilan.
Tol ini dirancang sebagai urat nadi utama penghubung Balikpapan dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sekaligus tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas penduduk.
Tiga Seksi Vital Hampir Rampung
Percepatan pembangunan difokuskan pada tiga seksi utama yang menjadi kunci konektivitas Kalimantan Timur, yakni:
Seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau, gerbang awal dari Balikpapan yang progresnya nyaris sempurna
Seksi 3B KKT Kariangau–Simpang Tempadung, jalur strategis penghubung kawasan pelabuhan
Seksi 5A Simpang Tempadung–Jembatan Pulau Balang, akses langsung menuju jantung IKN
Mayoritas pekerjaan berat seperti rigid pavement, struktur jembatan, dan koneksi antar-seksi telah rampung. Saat ini, fokus pengerjaan beralih ke penyempurnaan fasilitas pendukung seperti marka jalan, penerangan, dan sistem keselamatan.
Peluang Dibuka Saat Mudik Lebaran 2026
Dengan progres tersebut, opsi pengoperasian fungsional saat mudik Lebaran 2026 semakin terbuka. Status fungsional memungkinkan jalan tol digunakan meski belum beroperasi secara komersial penuh.
Jika tol ini difungsikan, waktu tempuh Balikpapan–IKN yang biasanya memakan waktu hingga 2 jam melalui jalur logistik, bisa dipangkas drastis menjadi hanya 45–50 menit.
Selain membantu kelancaran arus mudik, pengoperasian fungsional juga menjadi sarana uji performa jalan sebelum resmi beroperasi penuh.








