Melalui trauma healing ini, warga diberikan ruang untuk mengekspresikan rasa takut, cemas, maupun pengalaman yang membekas selama bencana.
Kegiatan dilakukan secara interaktif agar warga lebih rileks dan secara perlahan mengurangi trauma yang mereka alami.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya GEKRAFS Balangan, KNPI Balangan, INAGA Balangan, serta CV Hayau Barait Bersama.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau Pascabanjir Bandang Balangan, Pastikan Pemulihan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat dukungan yang diberikan, baik dari sisi kegiatan maupun kebutuhan warga di lapangan.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang optimal, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Pemkab Balangan berharap pendampingan psikososial ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga terdampak, sehingga proses pemulihan pascabencana berjalan lebih menyeluruh dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman.
Kalimantanlive.com/Kamil









