JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Komika ternama Pandji Pragiwaksono kembali menjadi pusat perhatian publik. Materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakannya dalam tur nasional 2025 kini berujung laporan ke pihak kepolisian.
Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait pertunjukan tersebut pada Kamis, 8 Januari 2026. Laporan itu kini masih berada pada tahap awal penanganan.
# Baca Juga :VIRAL! Ulah Tak Senonoh Oknum Pegawai RSUD Kudus, Aksi Terekam CCTV di Samping Ruang Jenazah
# Baca Juga :VIRAL TURBULENSI GA 712! Garuda Indonesia Tegaskan Tak Ada Kru Patah Tulang, Hanya Alami Luka Ringan
# Baca Juga :VIRAL & DISOROT PUBLIK! Ayu Aulia Bantah Dilantik Jadi Tim Kreatif Kemhan RI, Ini Klarifikasinya
# Baca Juga :VIRAL! Gedung Bundar Kejagung Nyaris Tertutup Gunungan Uang Rp6,6 Triliun Hasil Rampasan Negara
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, laporan tersebut diajukan oleh seorang warga berinisial RARW.
“Benar, pada 8 Januari kami menerima laporan dari masyarakat atas nama RARW,” ujar Budi Hermanto, Jumat (9/1/2026).
Menurut kepolisian, laporan itu berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama yang dinilai muncul dalam materi stand up special Pandji berjudul Mens Rea.
Penyidik, lanjut Budi, masih akan melakukan klarifikasi dan analisis barang bukti sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi dan memberi ruang bagi penyelidik untuk bekerja sesuai prosedur hukum,” katanya.
Dilaporkan Atas Nama Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. Pelapor mengatasnamakan diri sebagai bagian dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut materi Pandji dianggap merendahkan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
“Kami menilai ada pernyataan yang merendahkan, memfitnah, dan bisa menimbulkan kegaduhan di ruang media,” ujarnya.
Ia juga menilai materi Mens Rea berpotensi memecah belah, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.
Menurut Rizki, Pandji dianggap membangun narasi seolah-olah NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis dan mendapatkan imbalan tertentu dalam kontestasi pemilu.
PBNU Tegaskan Bukan Representasi Resmi
Menanggapi hal tersebut, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU bukan bagian dari struktur resmi NU.
“Kalau representasi PBNU, jelas tidak,” tegas Gus Ulil.
Ia menjelaskan, NU sebagai organisasi besar dan terbuka kerap digunakan namanya oleh berbagai kelompok atau gerakan yang sifatnya spontan dan temporer.
“Banyak gerakan atas nama NU yang hanya muncul sebentar, bahkan kadang hanya beberapa jam saja,” jelasnya.







