BANDUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus Influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” menjadi sorotan di Kota Bandung. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat sedikitnya 10 pasien terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut, dengan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Pasien yang meninggal diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan yang kompleks, sehingga kondisi tubuhnya tidak mampu melawan infeksi secara optimal.
# Baca Juga :FAKTA SUPER FLU TERUNGKAP! Kemenkes Tegaskan Tak Mematikan Seperti Covid-19, Warga Diminta Tetap Waspada
# Baca Juga :Dinkes Kalsel Imbau Masyarakat Tetap Waspada, Tegaskan “Super Flu” Bukan Virus Baru
# Baca Juga :Belasan Kasus ‘Super Flu’ Terjadi di Banjarmasin, Begini Himbauan Dinkes
# Baca Juga :‘Super Flu’ Merebak di Indonesia, 18 Orang di Banjarmasin Terpapar
Terungkap di Awal 2026
Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr Yovita Hartantri, menjelaskan pihaknya telah memantau kasus dugaan super flu sejak Agustus hingga November 2025. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium baru dipastikan pada Januari 2026.
“Dari seluruh sampel yang kami periksa, terdapat 10 kasus yang dinyatakan positif Influenza A H3N2 subclade K,” ungkap dr Yovita dalam pemaparan di Auditorium Gedung MCHC RSHS Bandung, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, tren kasus justru menunjukkan penurunan sejak akhir November 2025.
Menyerang Semua Usia
Dari 10 pasien tersebut, usia penderita sangat bervariasi. Dua di antaranya merupakan bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, satu pasien berusia 11 tahun, sementara mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 20 hingga 60 tahun.
Dua pasien tercatat mengalami kondisi berat. Satu dirawat di ruang high care dan satu lainnya dirawat di ruang intensif. Pasien yang dirawat di ICU inilah yang akhirnya meninggal dunia.
Komorbid Jadi Faktor Penentu
Pasien yang meninggal diketahui memiliki sejumlah penyakit penyerta, mulai dari stroke, gagal jantung, infeksi berat, hingga gagal ginjal.
“Karena komorbidnya sangat banyak, kami tidak bisa menyimpulkan kematian itu murni disebabkan oleh virus. Penyakit bawaan sangat berperan dalam memperberat kondisi pasien,” jelas dr Yovita.
Mengapa Super Flu Berbahaya bagi Pasien Komorbid?
Dokter spesialis paru, dr Erlang Samoedro, SpP(K), menjelaskan bahwa infeksi influenza dapat memicu peradangan hebat dalam tubuh. Kondisi ini membuat penyakit bawaan yang sebelumnya stabil menjadi kambuh dan memburuk.
“Influenza bisa sangat fatal pada pasien dengan komorbid karena virus merusak pertahanan tubuh dan memicu inflamasi. Inflamasi inilah yang menyebabkan komorbid menjadi tidak terkendali,” ujar dr Erlang saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Selain pasien komorbid, kelompok rentan lainnya adalah anak-anak dan lansia. Anak-anak memiliki sistem imun yang belum matang, sementara lansia cenderung memiliki daya tahan tubuh lemah serta penyakit bawaan.







