HOROR di Sukabumi! Warga Tangkap Ikan Pemakan Mayat Tanpa Kepala di Ciracap, Kisah Saksi Bikin Merinding

KALIMANTANLIVE.COM – Suasana Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam pada Kamis (8/1/2026) malam. Penemuan mayat manusia tanpa kepala di aliran sungai bukan hanya menggemparkan warga, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi dua orang saksi pertama yang menemukannya.

Dua warga tersebut, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), masih terlihat syok saat ditemui di rumah panggung mereka, Jumat (9/1/2026). Mata keduanya menyiratkan ketakutan, seolah kejadian horor itu masih terbayang jelas di benak mereka.

# Baca Juga :ANEH tetapi VIRAL! Outfit Nike Tech Nicolas Maduro Saat Ditangkap Delta Force Ludes dalam Hitungan Jam

# Baca Juga :BREAKING WEATHER! BMKG Warning Kalimantan Diguyur Hujan, Kalteng Terancam Petir hingga Puting Beliung, Kalsel Masih Relatif Aman

# Baca Juga :HASIL Piala Afrika 2025! Maroko Tumbangkan Kamerun 2-0, Singa Atlas Melaju Gagah ke Semifinal

# Baca Juga :Fakta Mengejutkan ‘Super Flu’ di Bandung: 10 Pasien Terinfeksi, Satu Meninggal dengan Komorbid Berat

Niat Cari Ikan, Justru Temukan Teror

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, Ikoh dan Saepul turun ke area Curug Darismin yang dikenal warga sebagai Kebun Awi atau kebun bambu. Lokasi ini terkenal terjal, gelap, dan jarang didatangi manusia.

Tujuan mereka sederhana, ngobor mencari ikan sambil mengecek sawah yang akan segera panen.

“Turun ke sana itu susah, jurang, kebun bambu, jarang orang lewat,” kenang Ikoh.

Saat tiba di aliran sungai, cahaya obor mereka menangkap pemandangan yang awalnya dianggap menguntungkan. Banyak ikan berkumpul di satu titik. Ada ikan hitam, ada kepiting sawah, semuanya tampak mengerubungi sesuatu yang tersangkut di air.

Dikira Bangkai Hewan, Ternyata Mayat Manusia

Dalam remang cahaya, Saepul yang berada di depan mengira objek itu adalah bangkai anak sapi atau domba.

“Kelihatannya seperti berbulu. Saya pikir anak sapi atau domba,” ujar Ikoh menirukan ucapan Saepul.

Namun, saat Saepul mendekat dan menyorotkan lampu lebih jelas, tubuhnya langsung gemetar. Ia melihat bentuk tumit dan betis. Keraguan itu sirna ketika ia menghitung jari kaki.

“Pas dihitung, jarinya lima. Ada tumitnya. Kalau hewan kan beda. Di situ saya sadar, itu manusia,” tutur Saepul dengan suara bergetar.

Keduanya baru menyadari, ikan-ikan yang mereka tangkap sejak tadi ternyata sedang memakan daging jenazah tersebut.

Ikan Langsung Dibuang, Tubuh Gemetar

Rasa mual dan takut langsung menyergap. Tanpa berpikir panjang, seluruh ikan yang sudah mereka kumpulkan di dalam kaneron langsung dibuang kembali ke sungai.

“Ngeri sekali. Langsung dilepaskan lagi semua ikannya,” kata Ikoh.

Mayat tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup, mengambang di air, dikerubungi biota sungai karena aroma darah. Meski belum tercium bau busuk menyengat, kondisinya sudah sangat mengenaskan.