KALIMANTANLIVE.COM – Sepuluh hari terakhir bulan Rajab menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebagai persiapan menyambut bulan Syaban dan Ramadan. Rajab sendiri termasuk salah satu bulan mulia dalam kalender Islam, sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Periode tanggal 21 hingga 30 Rajab kerap dimanfaatkan sebagai waktu muhasabah, memperbaiki diri, serta membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
# Baca Juga :PLN Hadirkan Cahaya dan Kepedulian di Bulan Ramadan Lewat Aksi Sosial Bermakna
# Baca Juga :Gemerlap Festival Salikur Sambut Ramadan di Banjarbaru
# Baca Juga :Gubernur Kalsel & Forkopimda Gelar Khataman Al-Qur’an di Akhir Ramadan
# Baca Juga :Festival Bedug 2025, Penutup Meriah Festival Ramadan di Banjarbaru
Keutamaan Dzikir di 10 Terakhir Rajab
Dzikir pada akhir Rajab mencerminkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT. Umat Islam diingatkan bahwa seluruh amal hanya diterima dengan rahmat-Nya.
Adapun bacaan dzikir yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Rajab adalah sebagai berikut:
1. Dzikir Tasbih Khusus
Dibaca 100 kali:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفِ
Latin: Subhaanallaahir Ra-uuf.
Artinya:
“Maha suci Allah, Yang Maha Belas Kasihan.”
2. Membaca Surah Al-Ikhlas
Dibaca 11 kali:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin:
Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya:
“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al-Ikhlas: 1–4)
Amalan Utama di Akhir Rajab
Selain dzikir harian, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam istimewa, terutama malam 27 Rajab yang bertepatan dengan peristiwa Isra Mi’raj.
Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa ibadah pada malam mulia memiliki keutamaan besar. Disebutkan pula oleh Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur, bahwa pahala ibadah pada malam keutamaan tersebut setara dengan amal selama 100 tahun.
Amalan yang dianjurkan antara lain:
Salat 12 rakaat (tiap dua rakaat salam).
Setelah tiap rakaat membaca surah tertentu setelah Al-Fatihah.
Setelah selesai, membaca dzikir:
Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, Allahu Akbar sebanyak 100 kali.
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW 100 kali.
Berdoa sesuai kebutuhan dunia dan akhirat.
Bagi yang melanjutkan dengan puasa di siang harinya, doa diyakini lebih mudah dikabulkan, selama tetap menjaga diri dari perbuatan maksiat.









