TRAGIS! Pencarian Resmi Ditutup, Satu Anak Pelatih Valencia Masih Hilang di Perairan Labuan Bajo

LABUAN BAJO, KALIMANTANLIVE.COM – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dihentikan. Satu anak pelatih Valencia CF, Martin Carreras Fernando, hingga kini belum berhasil ditemukan.

Badan SAR Nasional menyatakan pencarian berakhir pada Jumat (9/1/2026) pukul 12.00 Wita setelah seluruh prosedur operasi SAR dilaksanakan secara maksimal.

# Baca Juga :Fakta Mengejutkan ‘Super Flu’ di Bandung: 10 Pasien Terinfeksi, Satu Meninggal dengan Komorbid Berat

# Baca Juga :HOROR di Sukabumi! Warga Tangkap Ikan Pemakan Mayat Tanpa Kepala di Ciracap, Kisah Saksi Bikin Merinding

# Baca Juga :TRAGIS! Influencer China Berakhir Jadi Gelandangan di Kamboja, Terperangkap Rayuan Pacar Palsu

# Baca Juga :PANAS di Emirates! Penggawa Liverpool Murka usai Martinelli Dorong Bradley yang Tergeletak

Kepala Kantor Basarnas Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa tim gabungan telah menyisir berbagai titik perairan sejak hari pertama kejadian.

“Sekitar pukul 12.00 Wita kami sudah kembali dari proses pencarian. Operasi SAR resmi ditutup,” ujar Fathur.

Tragedi KM Putri Sakinah

Fernando bersama tiga anaknya menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025.

Insiden tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga komunitas sepak bola internasional, mengingat Fernando dikenal sebagai pelatih yang bernaung di bawah Valencia CF.

Tiga Korban Ditemukan, Satu Masih Misterius

Dari empat korban, tiga jenazah telah ditemukan. Jasad Fernando ditemukan pada 4 Januari 2026. Putrinya yang berusia 12 tahun ditemukan lebih awal, pada 29 Desember 2025. Keduanya ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai.

Sementara itu, satu anak laki-laki Fernando berusia 10 tahun ditemukan di dalam bangkai kapal pinisi yang mereka tumpangi. Kapal tersebut terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, pada Selasa (6/1/2026), sekitar 14 kilometer dari lokasi awal kapal tenggelam.

Namun, satu anak laki-laki lainnya hingga kini belum ditemukan meski pencarian telah dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

Istri dan Anak Bungsu Selamat

Di tengah duka mendalam, masih ada kabar yang sedikit menguatkan. Istri Fernando dan anak bungsunya berhasil selamat dari insiden memilukan yang terjadi sehari setelah perayaan Natal tersebut.

Keduanya kini berada dalam pendampingan keluarga dan pihak terkait, sembari menunggu proses pemulangan serta pendampingan psikologis.