Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri serta pemanfaatan data dan lokasi lapangan sebagai media pembelajaran.
MoU tersebut direncanakan berlaku selama lima tahun dan masih terbuka untuk dikembangkan melalui perjanjian lanjutan sesuai kebutuhan para pihak.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau Pascabanjir Bandang Balangan, Pastikan Pemulihan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Kegiatan ini turut terselenggara dengan lancar berkat koordinasi Rani Nasrasyam Zalma selaku koordinator acara yang berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Melalui kolaborasi ini, Prodi Teknik Sipil Universitas Sapta Mandiri optimistis dapat terus memperluas jejaring akademik dan industri, sekaligus mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Kalimantanlive.com/Kamil









