JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Minat calon siswa terhadap jurusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus mengalami pergeseran signifikan. Kini, pilihan jurusan tidak lagi semata mengikuti tren, melainkan semakin didorong oleh peluang kerja nyata setelah lulus.
Perkembangan teknologi, industri kreatif, pariwisata, hingga sektor jasa membuat siswa dan orang tua semakin rasional dalam menentukan program keahlian. Data tracer study menunjukkan, jurusan dengan serapan kerja tinggi menjadi magnet utama dalam pendidikan vokasi.
# Baca Juga :VIRAL! Aksi Warga Binongko Kepung Polsek, Kapolsek Ditarik ke Polda Sultra Terkait Dugaan Pungli
# Baca Juga :Harga Emas Melejit Awal Pekan, UBS Tembus Rp 2,7 Juta per Gram Hari Ini 12 Januari 2026
# Baca Juga :Film Animasi Netflix KPop Demon Hunters Sapu Dua Penghargaan Golden Globe 2026
# Baca Juga :Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Pemerintah Imbau Umat Tetap Rukun
Guru Besar Universitas Negeri Malang, Prof. Waras Kamdi, menegaskan bahwa tren peminatan jurusan SMK saat ini sangat paralel dengan kebutuhan dunia kerja.
“Tren beberapa tahun belakangan dan ke depan menunjukkan bidang keahlian yang ramai peminat itu sejalan dengan tingkat serapan dunia kerja,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi membuat calon siswa semakin kritis.
“Anak-anak makin melek informasi tentang tren dunia kerja dan menggunakan itu sebagai pertimbangan utama dalam memilih jurusan SMK,” jelas Waras.
Berikut empat jurusan SMK yang paling diminati sekaligus memiliki tingkat serapan kerja tertinggi di Indonesia.
1. Teknologi dan Rekayasa, Paling Dominan dan Bergaji Tinggi
Bidang Teknologi dan Rekayasa menempati posisi teratas sebagai jurusan SMK paling diminati.
Berdasarkan tracer study 2024 Kemendikdasmen terhadap 1,32 juta lulusan SMK, tingkat keterserapan jurusan ini mencapai 52,24 persen, tertinggi dibandingkan bidang lainnya.
Jurusan seperti Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor menjadi favorit karena lulusannya memiliki pendapatan yang masuk tiga besar nasional dan berada di atas Upah Minimum Provinsi.
“Faktor pendapatan lulusan menjadi salah satu pemicu utama tingginya minat,” kata Waras.
2. Seni dan Industri Kreatif, Naik Daun
Seni dan Industri Kreatif kini menjadi bintang baru di SMK dengan tingkat serapan 49,51 persen.
Bidang ini mencerminkan pergeseran minat generasi muda yang lebih tertarik pada sektor kreatif seperti desain, multimedia, animasi, hingga konten digital.
“Peminat Bisnis dan Manajemen mulai bergeser ke Seni dan Industri Kreatif karena serapannya cukup tinggi,” ujar Waras.
3. Pariwisata, Tetap Stabil dan Menjanjikan
Jurusan Pariwisata menempati posisi berikutnya dengan tingkat keterserapan 49,03 persen.
Pulihnya sektor pariwisata dan jasa membuat jurusan ini tetap relevan, terutama untuk bidang perhotelan, tata boga, perjalanan wisata, dan pelayanan.
4. Bisnis dan Manajemen, Fleksibel di Semua Sektor
Meski tidak lagi mendominasi, Bisnis dan Manajemen masih diminati dengan tingkat serapan 47,61 persen.
Jurusan ini dinilai fleksibel karena lulusannya dibutuhkan di berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.
Waras menegaskan, jurusan dengan serapan kerja rendah kini mulai ditinggalkan.
“Program keahlian yang ramai peminat tapi serapan kerjanya rendah itu sudah menjadi fenomena masa lalu,” katanya.









