Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Pemerintah Imbau Umat Tetap Rukun

Ramadhan 2026, Momentum Persiapan Spiritual

Lebih dari sekadar perbedaan tanggal, Ramadhan sejatinya adalah momentum besar untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Ulama klasik Abu Bakr Al-Balkhi, sebagaimana dikutip Ibnu Rajab, mengibaratkan:

Rajab adalah masa menanam,
Sya’ban masa menyiram,
dan Ramadhan adalah masa memanen.

Pesan ini mengingatkan umat Islam untuk mulai membersihkan hati, memperbanyak tobat, serta membiasakan ibadah sejak dini agar saat Ramadhan tiba, kesiapan spiritual sudah optimal.

Dengan sikap dewasa, saling menghormati, dan mengedepankan persatuan, Ramadhan 2026 diharapkan tetap menjadi bulan pemersatu umat, penguat ketakwaan, serta momentum memperkokoh nilai kebangsaan.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI