BREAKING NEWS: Banjir Bandang Lumpuhkan Donggala, Puluhan Desa Terendam, Akses Jalan dan Jembatan Putus

KALIMANTANLIVE.COM – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, Senin (12/1/2026). Puluhan desa terdampak, rumah warga terendam, serta akses jalan dan jembatan penghubung antarwilayah dilaporkan rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menyebutkan, banjir dipicu meluapnya debit sungai akibat hujan yang turun dalam waktu lama. Air meluber ke permukiman, merendam ruas jalan utama, hingga merusak infrastruktur vital.

# Baca Juga :Momen Haru di Banjarbaru: Prabowo Disambut Yel-yel Meriah, Turun Tangan Rapikan Dasi Siswa Sekolah Rakyat

# Baca Juga :4 Jurusan SMK Paling Diminati 2026, Serapan Kerja Tertinggi dan Peluang Karier Paling Menjanjikan

# Baca Juga :Awal Puasa Ramadhan 2026 Berpotensi Beda, Pemerintah Imbau Umat Tetap Rukun

# Baca Juga :Film Animasi Netflix KPop Demon Hunters Sapu Dua Penghargaan Golden Globe 2026

Pelaksana tugas Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir bandang melanda Kecamatan Banawa dan Rio Pakava, serta menyebar ke sejumlah desa lain di Kabupaten Donggala.

“Banjir menerjang Desa Limboro Banawa Tengah dan beberapa desa di Kecamatan Rio Pakava, di antaranya Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, serta Polanto Jaya Dusun 4,” ujarnya di Kota Palu.

Rumah Terendam, Jalan Trans Sulawesi Ikut Tergenang

Di wilayah Banawa Tengah, sekitar 10 rumah warga terendam banjir. Genangan juga menutup sebagian ruas Jalan Trans Sulawesi, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.

Meski air telah berangsur surut, BPBD menilai potensi banjir susulan masih tinggi.

“Normalisasi sungai harus segera dilakukan agar banjir tidak kembali terjadi saat hujan turun,” tegas Asbudianto.

Sementara di Kecamatan Rio Pakava, banjir menutup jalan poros Desa Lalundu dan menghambat mobilitas warga. Permasalahan utama di wilayah ini adalah buruknya sistem drainase.

“Kebutuhan mendesak di Rio Pakava adalah perbaikan saluran drainase, terutama di jalan poros Desa Lalundu,” katanya.

Sebelas Desa Lain Ikut Terdampak

BPBD mencatat banjir juga melanda sedikitnya 11 desa lainnya di Donggala. Di Kecamatan Tanantovea, banjir merendam Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.

Sementara di Kecamatan Sindue, banjir melanda Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari. Di Kecamatan Labuan, banjir merendam Desa Labuan Toposo Dusun Sisere.

Di wilayah Sindue, hujan deras sejak pagi hari menyebabkan debit sungai melonjak tajam hingga meluap ke permukiman dan akses jalan.

“Enam desa di Sindue terdampak cukup parah akibat luapan sungai,” jelas Asbudianto.

Akses Jalan dan Jembatan Rusak

Banjir bandang menyebabkan sejumlah akses vital terputus. Di Desa Amal, jalan penghubung menuju Desa Saloya tidak bisa dilalui akibat kerusakan duiker dan longsoran tanah.

Jembatan gantung di Desa Kumbasa yang menghubungkan Desa Sumari dan Kumbasa juga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Di Desa Enu, jalan penghubung Dusun 2 dan Dusun 4 hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Sementara di Desa Lero, satu unit jembatan mengalami kerusakan pada bagian landasan akibat tergerus arus sungai, meski masih dapat dilewati secara terbatas.

BPBD menegaskan, kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan darurat serta pengerahan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan sisa banjir.