Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya persiapan pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Kota Banjarmasin, persiapan Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, serta persiapan Lomba Posyandu 6 SPM Tingkat Kota Banjarmasin.
Kegiatan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin M. Ramadhan, bersama jajaran SKPD yang tergabung dalam Tim Pembina Posyandu.
Baca juga : Tinjau Banjir Sungai Gampa hingga Kampung Sasirangan, Wali Kota Banjarmasin Salurkan Bantuan UPZ Bank Kalsel
Neli menegaskan keberhasilan penerapan Posyandu 6 SPM sangat bergantung pada komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Seluruh SKPD diminta tidak hanya menjalankan program sesuai kewenangan masing-masing, tetapi memastikan implementasinya benar-benar berjalan hingga tingkat Posyandu.
“Posyandu adalah titik temu pelayanan dasar dengan masyarakat. Karena itu, pembinaan dan pengawasan harus dilakukan secara langsung dan berkala agar pelaksanaannya optimal dan sesuai regulasi,” tegasnya.
Dia juga mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan kapasitas kader Posyandu. Rendahnya keterampilan dan pengetahuan kader, ditambah tingginya tingkat pergantian kader, dinilai menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani lebih serius dan berkelanjutan.
“Kader adalah ujung tombak pelayanan. Jika kapasitas mereka tidak diperkuat, Posyandu berpotensi hanya menjadi kegiatan rutin tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dari sisi kebijakan, saat ini penerapan Posyandu 6 SPM di Banjarmasin memiliki kekuatan berupa jaringan Posyandu yang luas dan tingkat kepercayaan masyarakat yang sudah terbentuk. Namun, kembali kelemahan masih terlihat pada kesiapan sumber daya manusia.







