“Walaupun dalam keadaan sedih dan berduka, saya sangat berterima kasih kepada pihak Lapas yang sudah memfasilitasi saya untuk bisa bertemu terakhir kali dan melihat almarhumah sebelum dikebumikan,” ucapnya lirih.
Fasilitas yang diberikan oleh Lapas Banjarmasin ini sendiri menunjukkan bahwa di balik jeruji, aturan memang harus ditegakkan, namun empati tidak pernah dikunci. Karena pada akhirnya, setiap orang tetaplah seorang anak dan perpisahan terakhir adalah momen yang layak dimanusiakan.
Kalimantanlive.com
Frans







