“Kalau hanya bangunannya yang ditinggikan, sementara sungainya tidak dibenahi, maka masalah banjir tidak akan selesai. Harapan kita, dengan pembukaan dan pendalaman sungai, ke depan sekolah-sekolah tidak lagi tergenang,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air, karena hal tersebut berdampak langsung pada genangan dan banjir.
Penanganan Sungai Gampa, lanjut Yamin, membutuhkan kolaborasi lintas pemerintah, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat, serta kabupaten/kota lain yang aliran sungainya terhubung dengan Kota Banjarmasin.
“Normalisasi sungai membutuhkan biaya besar. Ini harus menjadi kerja bersama. Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air yang baik saat debit air tinggi,” katanya.
Usai meninjau Sungai Gampa, Wali Kota Banjarmasin melanjutkan agenda ke Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah. Di lokasi tersebut, banjir tercatat berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga, dengan kondisi genangan yang masih mengganggu aktivitas warga. Pemko Banjarmasin memastikan pemantauan terus dilakukan serta penanganan darurat dan lanjutan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Kalimantanlive.com
Frans







