Greenland Tegas Tolak Dikuasai AS, Siap Perkuat Pertahanan di Bawah NATO

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Greenland menegaskan penolakan mutlak terhadap upaya Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah Arktik tersebut. Greenland menyatakan tidak akan menerima pengambilalihan dalam kondisi apa pun dan berkomitmen memperkuat pertahanan pulau di bawah payung NATO.

“Amerika Serikat sekali lagi menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh koalisi pemerintahan di Greenland dalam keadaan apa pun,” tegas pemerintah wilayah otonom Denmark itu dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, Senin (12/1/2026).

# Baca Juga :Liverpool Hajar Barnsley 4-1 di Piala FA, Szoboszlai Cetak Gol Roket tapi Minta Maaf Usai Blunder Fatal

# Baca Juga :Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Optimistis 500 Titik Terwujud demi Putus Rantai Kemiskinan

# Baca Juga :BPJS Kesehatan Gandeng Jamdatun Kejagung, Perkuat Fondasi Hukum Program JKN Nasional

# Baca Juga :Prabowo Bermalam Perdana di IKN, Hari Ini Lanjut Kunjungan Kerja ke Malang Jawa Timur

Pernyataan keras ini muncul menyusul ancaman berulang Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengisyaratkan keinginan membawa Greenland ke bawah kendali Washington.

Partai Politik Greenland Bersatu Menolak

Sebelumnya, seluruh partai politik di Greenland telah menyatakan sikap serupa. Mereka menolak keras berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat, bahkan jika dilakukan dengan tekanan atau kekuatan militer.

Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (9/1/2026) malam waktu setempat, setelah Trump mengancam bahwa Washington “akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka.”

Para pemimpin lima partai di parlemen Greenland menegaskan sikap mereka secara terbuka.

“Kami tidak ingin menjadi warga Amerika. Kami tidak ingin menjadi warga Denmark. Kami ingin menjadi warga Greenland,” tegas mereka.

Eropa Siapkan Respons Terkoordinasi

Ancaman Trump juga memicu kekhawatiran serius di Eropa. Negara-negara Eropa disebut tengah berupaya menyusun respons bersama setelah Gedung Putih menyatakan Trump ingin membeli Greenland dan tidak menutup kemungkinan tindakan militer.

Denmark bersama sekutu-sekutu Eropanya mengaku terkejut atas pernyataan Trump terkait Greenland, pulau strategis yang berada di antara Amerika Utara dan kawasan Arktik.

Greenland sendiri memiliki posisi geopolitik penting, terutama karena kekayaan sumber daya mineral dan keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat yang telah berdiri sejak Perang Dunia II.