PARINGIN, Kalimantanlive.com – Istilah “super flu” belakangan ramai dibicarakan sejak akhir tahun 2025 lalu. Penyakit ini merujuk pada infeksi influenza A (H3N2) subclade K, yang merupakan varian baru dari virus influenza tipe A.
Kementerian Kesehatan RI menyebut influenza A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding varian influenza lainnya.
BACA JUGA: Wabup Balangan: Pandangan Fraksi DPRD Perkuat Pembahasan Raperda 2026
Gejalanya pun masih serupa flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan, hingga nyeri otot, namun dengan durasi yang lebih lama.
Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan mencatat ada 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan, H Ahmad Sauki mengatakan hingga kini belum ada laporan kasus influenza A (H3N2) subclade K di Balangan.
“Saat ini belum ada laporan dari teman-teman bidang surveilans, yang ada baru di wilayah Kota Banjarmasin kalau ga salah,” katanya, Selasa (13/1/2026).







