BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai terobosan pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang sebagai senjata utama pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara dan berkualitas.
Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), dan diikuti secara serentak oleh 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi.
# Baca Juga :Man United Siapkan Dana Transfer untuk Michael Carrick, Ruben Neves Jadi Target Panas dari Al Hilal
# Baca Juga :Al Hilal Hajar Al Nassr 3-1, Gol ke-959 Cristiano Ronaldo Tak Selamatkan Kekalahan Pahit
# Baca Juga :Liverpool Hajar Barnsley 4-1 di Piala FA, Szoboszlai Cetak Gol Roket tapi Minta Maaf Usai Blunder Fatal
Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.10 WITA, Prabowo langsung meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, laboratorium biologi, teater mini, ruang makan, hingga asrama siswa. Ia juga disambut yel-yel penuh semangat serta kesenian Banjar, lalu berdialog langsung dengan para siswa.
Prabowo kemudian menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Acara semakin meriah dengan penampilan paduan suara, teater, pidato siswa, hingga atraksi baris variasi dari perwakilan Sekolah Rakyat berbagai daerah.
Terharu Melihat Perubahan Siswa
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa bangga dan haru atas dampak nyata program tersebut.
“Terima kasih semuanya. Kita telah mewujudkan upaya ini, dan saya terus terang cukup bahagia, cukup besar hati, bahkan terharu melihat dampak dari usaha kita,” ujar Prabowo.
Ia mengaku sulit membendung emosi saat menyaksikan perkembangan para siswa setelah enam bulan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Kita terharu, kita keluar air mata karena bangga dan bahagia melihat anak-anak kita. Kita teringat, bayangkan kalau waktu itu kita tidak mengambil sikap yang berani,” ucapnya.
Target 500 Sekolah Rakyat
Prabowo menegaskan pemerintah tidak berhenti di angka 166 sekolah. Ia optimistis target 500 Sekolah Rakyat akan tercapai.
“Saya percaya di ujungnya kita akan capai target kita 500 titik. Dan sasaran kita, tiap sekolah nanti menampung 1.000 murid,” tegasnya.
Saat ini, 166 Sekolah Rakyat rintisan masih memanfaatkan fasilitas Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, serta aset pemerintah daerah. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum mulai menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat secara bertahap.







