Terintegrasi Program Unggulan Pemerintah
Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi pusat integrasi berbagai program penanggulangan kemiskinan. Mulai dari pemberdayaan orang tua siswa, program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, jaminan kesehatan melalui PBI-JK, bantuan sosial PKH dan sembako, hingga keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Di dalam sekolah, siswa dibekali pendidikan karakter, keterampilan, serta pemetaan bakat melalui DNA Talent Mapping. Dengan sistem ini, siswa diarahkan sesuai potensi, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja.
Data Sekolah Rakyat Rintisan
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan bahwa Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik dengan total kapasitas 15.945 siswa. Program ini didukung 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.
“Total ada 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul.
Hadirkan Harapan Baru
Peresmian Sekolah Rakyat menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Dengan target 500 titik sekolah, Prabowo optimistis Indonesia dapat melahirkan generasi unggul yang keluar dari lingkaran kemiskinan dan siap membangun masa depan bangsa.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







