JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Indonesia resmi menyiapkan anggaran fantastis untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp 335 triliun dan ditargetkan menjangkau 82 juta warga di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pendanaan program MBG sepenuhnya dijamin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
# Baca Juga :BPOM RI Telusuri Susu Formula Nestlé yang Ditarik di 49 Negara, Dua Bets Ternyata Masuk Indonesia
# Baca Juga :Will Smith Kembali ke Publik Usai Digugat Pelecehan Seksual, Muncul Percaya Diri di London
# Baca Juga :Bencana Maut Landa Sumatera, BNPB Catat 1.189 Orang Tewas di Aceh, Sumut, dan Sumbar
# Baca Juga :Capello Bongkar Borok AC Milan: Allegri Dinilai Terlalu Cerdas, Rossoneri Disebut Kurang Konsisten
“Jaminannya APBN. Tahun ini pemerintah menyiapkan Rp 335 triliun untuk MBG, jadi aman,” ujar Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit bertema Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa (13/2/2025).
Airlangga menyebut, program MBG bukan hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Hal ini dilakukan melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang menerapkan sistem pembayaran di awal sebelum proses produksi.
Skema tersebut membuat arus kas pelaksana lebih stabil, sekaligus mendorong tumbuhnya investasi lokal, pelaku usaha kecil, serta penguatan ekonomi daerah.
“Model bisnis SPPG ini sangat kuat. Dibayar di awal, baru produksi. Arus kasnya sehat. Banyak yang sudah memiliki satu SPPG dan bersiap membangun unit kedua, bahkan berikutnya,” ungkap Airlangga.
Ia menambahkan, dari total anggaran Rp 335 triliun, setiap kuartal diperkirakan hampir Rp 80 triliun akan langsung mengalir ke tingkat akar rumput. Nilai ini jauh melampaui stimulus pemerintah pada kuartal pertama 2025 yang hanya berkisar Rp 37 triliun secara nasional.









