JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, membedah tuntas kelemahan AC Milan musim ini. Ia menegaskan bahwa hasil kurang maksimal Rossoneri saat menghadapi tim papan bawah bukan sepenuhnya kesalahan Massimiliano Allegri.
Meski masih bersaing di jalur perebutan gelar Liga Italia, Milan tercatat berulang kali kehilangan poin penting melawan tim-tim kecil. Rossoneri hanya meraih dua poin saat menghadapi tim promosi seperti Sassuolo, Cremonese, dan Pisa. Teranyar, mereka juga ditahan Genoa 1-1 di kandang sendiri.
# Baca Juga :PPDS Unsri Dibekukan Usai Skandal Bullying: Junior Dipaksa Biayai Gaya Hidup Mewah Senior Hingga Nyaris Bunuh Diri
# Baca Juga :BPOM RI Telusuri Susu Formula Nestlé yang Ditarik di 49 Negara, Dua Bets Ternyata Masuk Indonesia
# Baca Juga :Will Smith Kembali ke Publik Usai Digugat Pelecehan Seksual, Muncul Percaya Diri di London
# Baca Juga :Bencana Maut Landa Sumatera, BNPB Catat 1.189 Orang Tewas di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Hasil serupa kembali terulang saat Milan bertandang ke markas Fiorentina. Meski menurunkan sejumlah pemain pelapis dan mencadangkan Rafael Leao serta Luka Modric, laga tersebut kembali berakhir imbang 1-1.
Capello menilai masalah utama Milan bukan terletak pada strategi pelatih, melainkan pada kualitas dan karakter pemain.
“Kesulitan Milan lebih disebabkan oleh level dan karakteristik pemain, bukan ide-ide Allegri. Inti sebuah tim adalah tulang punggungnya, kiper, bek tengah, playmaker, dan striker. Inter dan Napoli memiliki kualitas tinggi di sektor ini, sementara Milan berada di bawah mereka,” ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Menurut Capello, Milan terlalu bergantung pada beberapa individu. Ketika salah satu pemain kunci, seperti Modric, tidak tampil maksimal, maka performa tim langsung menurun drastis.
Ia menilai Allegri lebih berperan dalam menjaga aspek mental dan psikologis pemain, bukan sekadar taktik.
“Milan kekurangan konsistensi. Mereka kesulitan mengembangkan permainan melawan tim kecil karena minim ruang. Ironisnya, mereka justru tampil lebih baik saat menghadapi tim besar yang membuka celah untuk serangan balik,” jelas Capello.
Fakta ini terlihat dari kemenangan Milan dalam laga-laga besar melawan Napoli dan Inter, yang justru berbanding terbalik dengan performa mereka saat menghadapi tim papan bawah.
Sementara itu, Allegri sebelumnya menegaskan bahwa posisi Milan di klasemen merupakan hasil yang pantas didapat.
“Kami memiliki 39 poin karena memang pantas. Kami harus fokus meningkatkan performa dari posisi yang ada,” kata Allegri.










