Revolusi Herdman: “Brotherhood” Senjata Rahasia Timnas Indonesia Menuju Kebangkitan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia, memperkenalkan konsep “brotherhood” sebagai inti pembentukan tim dalam konferensi pers perkenalan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). Bukan sekadar retorika — Herdman menempatkan spirit persaudaraan sebagai senjata utama untuk mengangkat mental dan performa Garuda.

# Baca Juga :John Herdman Diharap Bantu PSSI Gaet Lima Pemain Keturunan untuk Timnas Indonesia

# Baca Juga :Dean James Masuk Radar Ajax, Harapan Baru bagi Timnas Indonesia

# Baca Juga :Ranking FIFA Terbaru Rilis! Timnas Indonesia Tutup 2025 di Posisi 122, Tertinggal dari Malaysia dan Vietnam

# Baca Juga :Kesit Budi Handoyo: Van Bronckhorst Lebih Ideal Tangani Timnas Indonesia

Ringkasan penting

Kedatangan Herdman membawa harapan perubahan taktik dan mentalitas.
Nilai utama: brotherhood — saling percaya dan komitmen kolektif di ruang ganti.
Herdman mencontohkan keberhasilannya membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 sebagai bukti konsep ini efektif.

Mengapa “brotherhood” penting menurut Herdman Herdman menilai komposisi skuad Indonesia mirip dengan tim Kanada yang pernah ditanganinya (2018–2023): keberagaman pemain, termasuk gelombang diaspora yang berkarier di luar negeri, adalah modal besar jika dikelola dengan benar. “Saya tidak melihat paspor. Saya melihat orang-orang, melihat peluang,” ujarnya. Menurut Herdman, menerima keberagaman sebagai kekuatan adalah kunci; jika dibiarkan, keberagaman bisa menjadi kelemahan.

Keberagaman sebagai kekayaan tim Di ruang ganti Herdman di Kanada ada campuran budaya—Jamaika, Amerika Selatan, Eropa, Serbia, Skotlandia, Inggris—namun yang membuat mereka kuat adalah kejelasan visi dan rasa tanggung jawab kolektif mengenakan seragam negara. Herdman ingin menanamkan pemikiran sama di lingkungan Timnas Indonesia: “Kami adalah sekelompok orang yang memiliki keistimewaan untuk mengenakan seragam Indonesia.”

Praktik awal: membangun komunikasi dan pemimpin internal Sebelum resmi memimpin, Herdman sudah mulai menjalin komunikasi dengan kapten dan lebih dari 60 pemain untuk mengamati, mengidentifikasi pemimpin kunci, dan membangun “tim di dalam tim” bersama staf seperti Dr. Cesar Meylan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mempercepat terciptanya rasa percaya dan frekuensi yang sama antar pemain — dari Jay Idzes, Thom Haye, Rizky Ridho, hingga Egy Maulana Vikri — sehingga mereka lebih leluasa berekspresi di lapangan.

Ujian pertama: FIFA Series bulan Maret Herdman menyatakan akan melakukan penilaian terhadap performa skuad melalui ajang-ajang terkini, termasuk kegagalan pada ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Konsep brotherhood bakal diuji pada FIFA Series bulan Maret, yang digelar di Indonesia. “Ini adalah langkah penting. Kami memiliki peluang sangat baik pada bulan Maret untuk mengambil langkah pertama kami bersama-sama. Jangka pendek: mendengarkan, memahami, lalu beraksi,” kata Herdman.

Penutup Herdman membawa kombinasi pengalaman internasional dan fokus pada budaya tim. Jika konsep brotherhood berhasil diinternalisasi, Timnas Indonesia berpeluang membangun fondasi mental yang kuat untuk meraih prestasi lebih tinggi.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI